Sisi Kelam dibalik Keindahan Wadas Putih

23 Jul

Desa Sampang ( selanjutnya kita menamakannya Jazirah Syam ) adalah sebuah desa yang terletak dipertengahan rangkaian perbukitan Serayu yang membentang panjang di propinsi Jawa Tengah. Ia berada dibelakang waduk Sempor sehingga jika dilihat dari sisi administratif ia masuk wilayah kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen, propinsi Jawa Tengah. Jazirah Syam dikelilingi perbukitan yang meninggi dari segala penjuru arah mata anginnya, sehingga seolah-olah Jazirah Syam berada ditengah lembah perbukitan yang sangat luas. Ada dua perbukitan yang menjulang tinggi seolah-olah membentengi Jazirah ini yaitu Watu Kelir ( berada dibelakang dukuh Depok ) dan Wadas Putih ( berada diatas dukuh Pokumbang-Semampir ).
Dari dua perbukitan diatas, yang paling menarik adalah Wadas Putih. Selain pemandangannya yang indah yaitu bisa melihat keseluruhan wilayah Jazirah Syam, bisa menikmati keindahan rangkaian perbukitan serayu, juga dimasa dahulu sebenarnya ada sebuah telaga yang indah terletak disebelah kiri Wadas Putih. Namun pada tahun 1970-an terjadi longsor yang mengakibatkan telaga tersebut tertimbun dan sampai saat ini sisa peninggalan mata airnya masih mengalir menuju perkampungan.
Ada sebuah “fenomena menarik” yang akan kita sampaikan berkaitan dengan Wadas Putih ini. Di pertengahan Wadas Putih ini ada semacam gua kecil yang dipergunakan untuk bersemedi. Banyak orang mengunjungi tempat ini, meminta kepada “penghuninya” dengan hajat kebutuhannya masing-masing. Gua ini benar-benar telah dijadikan tempat beribadah kepada selain Allah ( syirik besar ). Bahkan pada hari-hari tertentu diadakan berbagai macam perayaan yang merupakan bentuk kesyirikan. Misalnya bersemedi, sedekah bumi, kenduri, perayaan syuro’ dan lain sebagainya. Sisa-sisa pembakaran kemenyan sudah meninggi yang menunjukan bahwa tempat tersebut benar-benar telah menjadi tempat kesyirikan dan banyak orang yang mendatanginya. Selain di wadas putih ini, masih banyak tempat-tempat kesyirikan lainnya yang tersebar di Jazirah ini.
Dakwah Tauhid masuk dan berkembang di Jazirah Syam pada tahun 1999-an. Dan Alhamdulillah banyak orang pribumi yang akhirnya mengenal Tauhid. Bahkan saat ini ada beberapa orang dari mereka sekarang sudah bisa mendakwahkannya.
Sebagaimana kita ketahui bersama musuh utama dakwah Tauhid adalah kesyirikan, maka seorang yang bertauhid (muwahhid) seharusnya menyadari betul siapa musuh yang sebenarnya. Masih terlalu banyak “PR” utama yang nampak jelas dihadapan mata-kepala mereka. Bahkan seorang yang bertauhid seharusnya tidak merasa aman dari adzab Allah. Karena seandainya Allah menyiksa suatu kaum, maka hal tersebut tidak hanya menimpa kepada kaum yang berbuat dholim saja secara khusus, bahkan bisa saja hal tersebut juga menimpa kepada orang yang beriman. Sebagaimana Firman Allah : “ dan takutlah kalian dari siksaan yang tidak hanya menimpa orang-orang yang dholim saja diantara kalian “ Al Anfal : 25
Seorang muwahhid juga seharusnya menyadari betul, bahwa sebab terbesar terjadinya musibah adalah kesyirikan kepada Allah. Hal ini sebagaimana Firman Allah : “ hampir saja langit itu pecah, bumi terbelah, dan gunung-gunung runtuh ( karena ucapan itu ). Ketika mereka menyerukan Allah yang Maha Pengasih mempunyai anak “ Maryam : 90-91
Cermatilah ayat diatas. Keyakinan bahwa Allah memiliki anak adalah keyakinan syirik kepada Allah yang dilakukan orang-orang Yahudi, Nasrani dan kaum Musyrikin. Maka seandainya ada dari umat ini yang berbuat kesyirikan dengan memberikan peribadahan kepada selain Allah, maka sangat dikhawatirkan apa yang Allah sebutkan dalam ayat diatas akan benar-benar terjadi.
Kalau kita kembalikan sekilas penjelasan diatas lalu kita lihat kondisi alam Jazirah Syam yang dikelilingi perbukitan dan fenomena kesyirikan yang terjadi, maka seharusnya kita semua sangat khawatir Allah akan memberikan keputusannya kepada penduduk Jazirah Syam. Na’udzubillah min dzalik. Sudah terlalu banyak contoh bagaimana Allah Ta’aala memberikan keputusan-Nya berupa bencana dan adzab kepada kaum yang bermaksiat kepada-Nya baik kepada kaum sebelum diutusnya Nabi Muhammad ataukah kepada kaum dari ummat Nabi Muhammad
Maka disini adalah bentuk nasehat bagi saya sendiri, teman-teman yang sudah Allah berikan hidayah kepadanya, serta nasehat bagi keumuman kaum muslimin untuk benar-benar mempelajari Islam. Pelajarilah Tauhid, amalkan, dan dakwahkanlah kepada manusia. Pelajarilah Kesyirikan dengan berbagai macamnya, jauhi, dan peringatkanlah manusia untuk menjauhi perbuatan syirik sejauh-jauhnya.
sahabatku, Kenali siapa kawanmu sebenarnya…
sahabatku, Kenali siapa lawanmu sebenarnya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: