PUASA ADA 3 TINGKATAN

24 Jul

Gambar

Ibnu Qudaamah Al-Maqdisi rahimahullah membagi puasa menjadi tiga tingkatan, yaitu puasa orang awam, puasa orang khusus dan puasa orang yang lebih khusus. Berikut penjelasan beliau rahimahullahu Ta’ala:

 

فأما صوم العموم فهو كف البطن والفرج عن قضاء الشهوة وأما صوم الخصوص فهو كف النظر ، واللسان، واليد، والرجل ، والسمع ، والبصر، وسائر الجوارح عن الآثام . وأما صوم خصوص الخصوص فهو صوم القلب عن الهمم الدنيئة، والأفكار المبعدة عن الله تعالى، وكفه عما سوى الله تعالى بالكلية، وهذا الصوم له شروح تأتى فى غير هذا الموضع

.

Puasa orang awam yakni sebatas menahan perut dan kemaluan dari keinginan syahwatnya. Adapun puasa orang khusus yakni menahan pandangan, lisan, tangan, kaki, pendengaran, penglihatan dan seluruh anggota badan dari segala perbuatan dosa. Sedangkan puasa orang yang lebih khusus ialah puasanya hati dari keinginan-keinginan yang hina, serta pikiran-pikiran yang dapat menjauhkan ia dari Allah Ta’ala serta menahannya secara total dari segala sesuatu selain Allah Ta’ala.

 

من آداب صوم الخصوص غض البصر، وحفظ اللسان عما يؤذى من كلام محرم أو مكروه ، أو ما لا يفيد ، وحراسة باقي الجوارح . وفى الحديث من رواية البخارى، أن النبى صلى الله عليه وآله وسلم قال

 

Termasuk adab puasa orang yang khusus ialah menahan pandangan dari yang haram, dan menjaga lisan dari menggangu orang lain berupa perkataan yang haram, makruh, atau perkataan tidak ada manfaatnya sama sekali, serta menjaga seluruh anggota badannya dari perbuatan dosa.

 

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa alihi wasallam bersabda:

 

من لم يدع قول الزور والعمل به، فليس لله حاجة فى أن يدع طعامه وشرابه

 

“Barangsiapa yang tidak meninggalkan omongan dusta dan tidak pula meninggalkan perbuatan tercela dalam puasanya, maka tidak ada keperluan bagi Allah untuk dia meninggalkan makanan dan minumannya.” [Mukhtashar Minhajul Qashidin – Bayanu Asraris Shaum wa Adabih]

 

Dengan demikian sudah sepatutnya bagi setiap muslim untuk menempuh amalan puasa yang terbaik di sisi Allah Ta’ala.

 

Fikri Abul Hasan

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: