MENYIKAPI KENAIKAN BBM

26 Jun

Gambar

Tolak Kenaikan BBM …!!

Mungkin kalimat di atas adalah sebagian contoh tulisan-tulisan yang banyak disaksikan di mana-mana. Hal tersebut dilakukan manusia saat ini untuk menolak kenaikan harga BBM yang telah diresmikan beberapa hari yang lalu oleh pemerintah.

Bahkan di antara mereka ada yang menulis.

Jengkol naik, pantas…

BBM naik, gak pantas…

Atau kalimat-kalimat lainnya yang memberi kesimpulan , mereka menolak kenaikan harga BBM, karena dengan baiknya harga BBM akan berdampak naiknya harga bahan-bahan pokok dan lain-lain.

                Mudah-mudahan tulisan ini bisa menjadi pencerahan dan bimbingan untuk menghadapi kenaikan BBM.

                Kenaikan harga adalah krisis yang menimpa manusia sejak zaman dahulu sampai zaman sekarang sebagaimana yang kita saksiakan. Kenaikan harga adalah salah satu bentuk bala, musibah dan ujian, sebab dengan naiknya harga-harga akan menimbulkan kesempitan, membuat yang miskin semakin kekurangan dan membuat yang kaya menjadi sempit. Oleh karena itu, perkara ini harus dilihat dari segala sisi, bukan hanya dilihat dari sisi akibat yang ditimbulkan.

                Bahkan kenaikan ini telah terjadi di zaman Rasulullah –shallallahu ’alaihi wa sallam-. Diriwayatkan oleh Anas bin Malik –semoga Allah meridhainya-, ia berkata : Manusia berkata, “Ya Rasulullah! Harga-harga telah naik, maka tentukanlah harga bagi kami, lalu Rasulullah –shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda “Sesungguhnya Allah Ta’ala Dialah Dzat yang menentukan harga, Dzat yang menyempitkan, Dzat yang melapangkan dan Dzat yang memberi rizki. Dan aku berharap bertemu Allah Ta’ala dalam keadaan tidak ada seorang pun di antara kalian yang menuntutku dengan kezaliman pada darah dan harta.” Diriwayatkan oleh Abu Daud No. 3451, At Tirmidzi No. 1317, dan Ibnu Majah No. 2200. Berkata At Tirmidzi : Hasan Shahih. Asy Syaikh Al-Albani berkata : Shahih.

                Hadits ini memberikan bimbingan yang berharga dalam menyikapi terjadinya kenaikan harga BBM. Di mana Rasulullah -shallallahu ’alaihi wa sallam- membimbing para sahabatnya ketika terjadi kenaikan harga dengan ilmu tauhid yang telah mereka yakini, yaitu keyakinan dalam masalah Rububiyyah (penciptaan, pengaturan dan pemberian rezeki). Oleh karena itu kenaikan harga adalah perkara yang sudah ditetapkan Allah Ta’ala dan itu adalah ketentuan Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya):

“Sesungguhnya Rabbmu melapangkan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya; sesungguhnya Dia Maha mengetahui lagi Maha melihat akan hamba-hamba-Nya.” (QS. Al-Isra` : 30)

Kalau kenaikan BBM adalah ketentuan Allah Ta’ala, maka seharusnya bagi kita untuk memeriksa kembali keimanan kita kepada Allah Ta’ala, Malaikat-Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, Hari kiamat dan keimanan kepada takdir. Jika seseorang terus memperbaiki keimanannya, maka terjadinya kenaikan harga BBM bukan masalah baginya, ia akan menyerahkan itu semua kepada Allah Ta’ala. Karena Allah Ta’ala sudah menjamin dalam firman-Nya :

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. Al- A’raf : 96)

Barakah (kebaikan) akan turun dari langit dan tumbuh dari bumi diberikan kepada orang-orang yang beriman dan bertakwa.

                Dalam kisah kenaikan harga yang terjadi di zaman Rasulullah –shallallahu ’alaihi wa sallam, dapat kita ambil ilmu yang berharga, yaitu hak menetapkan harga adalah hak Allah Ta’ala. Karena Rasulullah –shallallahu ’alaihi wa sallam- bersabda : “Sesungguhnya Allah, Dialah yang menentukan harga”.

                Penetapan harga jika dilakukan manusia, terkadang akan menimbulkan kezaliman, karena itu beliau sendiri tidak menetapkannya dan beliau mengatakan bahwa hal tersebut adalah hak Allah Ta’ala. Oleh karena itu para ulama sepakat secara global bahwa penetapan harga adalah hal yang diharamkan dan pemerintah tidak memiliki hak dalam hal tersebut, kecuali kalau ada bahaya yang akan menimpa manusia di dalamnya. Seperti jika terjadi monopoli perdagangan, maka pemerintah boleh menetapkan harga yang cocok bagi pedagang dan rahmat bagi pembeli, sehingga tercapailah keadilan di tengah-tengah manusia.

Di antara hal-hal yang bisa dilakukan pada masa-masa kenaikan harga :

  1. Bertakwa kepada Allah Ta’ala dengan sebenar-benarnya, yaitu dengan menjalankan perintah Allah Ta’ala dan menjauhi larangan-Nya dengan di bangun di atas ilmu. Allah Ta’ala berfirman :

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.(QS. At Thalaq : 2-3).

 

  1. Beristighfar kepada Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman :

“Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Rabbmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai. (QS. Nuh : 10-12)

  1. Bersabar

Maka orang yang miskin bersabar atas tambahan kekurangan yang ada padanya, sedangkan orang kaya bersabar atas kesempitan yang menimpanya. Allah Ta’ala menggambarkan kisah Bani Israil dalam Al-Qur’an Surah Al-A’raf : 136-137,

 

“Kemudian Kami menghukum mereka, maka Kami tenggelamkan mereka di laut disebabkan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka adalah orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami itu. Dan Kami pusakakan kepada kaum yang telah ditindas itu, negeri-negeri bagian timur bumi dan bagian baratnya yang telah Kami beri berkah padanya. Dan telah sempurnalah perkataan Rabbmu yang baik (sebagai janji) untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka. Dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat Fir’aun dan kaumnya dan apa yang telah dibangun mereka. (QS. Al-A’raf : 136-137)

 

Kaum Bani Israil yang dahulu tertindas oleh kekejaman Fir’aun, akan tetapi dengan sebab kesabaran yang ada pada mereka Allah Ta’ala mewariskan bumi bagian barat dan bumi bagian timur.

 

  1. Pengaturan perekonomian yang syar’i

Ini adalah di antara sebab-sebab yang sifatnya duniawi yang bisa dilakukan ketika terjadi kenaikan harga. Perekonmian harus kembali pada perekonomian yang syar’i, bukan kepada sistem kapitalisme atau sistem-sistem yang mementingkan pribadi di atas penderitaan orang lain.

 

  1. Kenaikan harga yang terjadi jangan disambut dengan hal-hal yang justru akan menimbulkan kemurkaan Allah Ta’ala. Seperti demonstrasi yang tidak pernah disyari’atkan, bahkan demonstrasi bukan berasal dari Islam. Ia adalah produk-produk orang kafir, Rasulullah –shallallahu ’alaihi wa sallam- bersabda : “Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk dari kaum tersebut.”

Di antara akibat buruk demonstrasi :

  1. Menghalangi hajat orang lain yang ingin melewati tempat demo
  2. Melanggar kehormatan
  3. Perampasan harga
  4. Penumpahan darah

Maka, orang yang berakal tidak akan mengobati musibah dengan perkara yang dapat menimbulkan musibah, sebagaimana dimaklumi :

Api yang menyala tidak di padamkan dengan api,

tapi api yang menyala di padamkan dengan air.

 

  1. Berdo’a kepada Allah Ta’ala

Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud, ia berkata, Rasulullah –shallallahu ’alaihi wa sallam- bersabda : “Sesungguhnya akan muncul sepeninggalku orang-orang yang mengutamakan kepentingannya sendiri dan perkara-perkara yang kalian ingkari.” Para sahabat berkata : “Wahai Rasulullah apa perintahmu kepada kami?”. Beliau menjawab : “Tunaikan kewajiban kalian (taat kepada pemerintah – penerj.) dan mintalah hak kalian kepada Allah Ta’ala.” Muttafaqun’alaihi.

RIDWAN ABU QATADAH

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: