JENIS-JENIS TAUHID DAN FAIDAHNYA

30 Mei

Gambar

Pertanyaan :

Apa tujuan Allah mengutus para Rasul?

Jawaban :

Allah mengutus para Rasul untuk beribadah kepada peribadatan kepada Allah dan meniadakan sekutu dari-Nya.

Allah Ta’ala berfirman :

Artinya : “Dan sungguh telah Kami utus kepada setiap kaum seorang Rasul (agar) mereka (menyeru); beribadahlah kalian kepada Allah dan tinggalkanlah thaghut (An-Nahl : 36 ).

Thaghut yaitu semua yang diibadahi manusia dan mereka berdo’a kepadanya selain Allah –Subhanahu wa Ta’ala- dan dia ridha dengan hal tersebut.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Para Nabi adalah berasal dari seorang bapak dan ibu-ibu mereka berbeda-beda dan agama mereka adalah satu.” Muttafaqun’alaihhi.

Maknanya adalah : Dasar keimanan mereka adalah satu, syari’at mereka berbeda-beda, maka mereka semua pada dasar-dasar tauhid dan adapun cabang-cabang syari’at terjadi perbedaan diantara mereka.

Pertanyaan :

Apa pengertian tauhid Rububiyyah?

Jawaban :

Tauhid Rububiyyah yaitu mengesakan Allah dalam perbuatan-perbuatan-Nya seperti penciptaan, pengaturan dan selainnya.

Allah Ta’ala berfirman :

Artinya : “Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam”. (Q.S. Al-Fatihah: 2)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Ya Allah bagimulah segala pujian, engkau adalah Rabb langit dan bumi.” Muttaqun’alaihi.

Pertanyaan :

Apa pengertian tauhid Uluhiyyah?

Jawaban :

Tauhid Uluhiyyah yaitu mengesakan Allah dalam peribadahan seperti doa, menyembelih, bernadzar, shalat, berharap, rasa takut, minta pertolongan, tawakkal dan lain sebagainya.

Allah Ta’ala berfirman :

Artinya : “Dan sesembahanmu adalah Tuhan yang Maha Esa; tidak ada Sesembahan (yang berhak untuk diibadahi dengan benar) melainkan Dia yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” (Q.S Al-Baqarah : 163).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Mu’adz ketika beliau mengutusnya ke negeri Yaman : Hendaknya yang pertama kali engkau dakwahkan kepada mereka adalah persaksian Laa Ilaaha Illallaah. Muttafaqun’alaihi. Dan di dalam riwayat Al-Bukhary (sampai mereka mentauhidkan Allah).

Pertanyaan :

Apa makna Laa Ilaaha Illalaah?

Jawaban :

Maknanya adalah tidak ada sesuatu pun yang di ibadahi dengan benar kecuali Allah. Allah Ta’ala berfirman :

Artinya : “(Kuasa Allah) yang demikian itu, adalah karena sesungguhnya Allah, Dialah (tuhan) yang haq dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain dari Allah, itulah yang batil, dan sesungguhnya Allah, Dialah yang Maha tinggi lagi Maha besar.” (Q.S Al-Hajj: 62).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barang siapa yang mengatakan Laa Ilaaha Illallaah dan mengkufuri segala yang di ibadahi selain Allah maka darah dan hartanya haram).

Pertanyaan :

Apa pengertian tauhid asma was shifat?

Jawaban :

Tauhid al-Asma wa ash-Shifaat yaitu penetapan segala apa yang Allah sifatkan diri-Nya pada kitab-Nya atau apa yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sifatkan pada hadits-hadits yang shahih sesuai hakekatnya tanpa menakwilkan, menyerupakan, mempermisalkan dan tanpa meniadakan dan membagaimanakan. Seperti istiwa`, turun, tangan, dan lainnya dari apa-apa yang sesuai dengan kesempurnaan Allah. Allah Ta’ala berfirman :

Artinya : “…Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha mendengar dan melihat.” (Asy Syuura : 11).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; “Allah turun ke langit dunia setiap malam.” Shahih, diriwayatkan oleh Ahmad. Yaitu Allah turun dengan sebenarnya sesuai dengan ketinggian Allah dan tidak ada satu makhluk-pun yang serupa dengan Allah.

Pertanyaan :

Dimana Allah?

Jawaban :

Allah ber-istiwa di atas ‘Arsy di atas langit. Allah Ta’ala berfirman :

Artinya : “(Yaitu Rabb) Yang Maha Pemurah. yang bersemayam di atas ‘Arsy.” (Q.S Thaaha: 5).

Yaitu tinggi dan naik, sebaimana datang dalam riwayat Al-Bukhary dari para Taabi’in.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya Allah menulis sebuah kitab sebelum menciptakan makhluk… dan dia tertulis di sisi Allah dia atas ‘Arsy.” Riwayat Bukhary.

Pertanyaan :

Apakah Allah bersama kita?

Jawaban :

Allah ‘Azza wa Jalla bersama kita, Dia mendengar, melihat kita, dan mengetahui keadaan kita. Allah Ta’ala berfirman:

Artinya : “Allah berfirman: Janganlah kamu berdua khawatir, sesungguhnya Aku beserta kamu berdua, Aku mendengar dan melihat.” (Q.S : Taaha : 46).

Rasulullahu shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “… Sesungguhnya kalian berdoa kepada Dzat yang Maha mendengar lagi dekat dan Allah bersama kalian.” Riwayat Muslim.

Yaitu Allah bersama kalian dengan ilmu-Nya, mendengar dan melihat kalian.

Pertanyaan :

Apa faidah tauhid?

Jawaban :

Faidah tauhid yaitu keamanan di akhirat dari adzab yang kekal, hidayah di dunia dan  penghapusan dosa. Allah Ta’ala berfirman :

Artinya : “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan keimanan mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Q.S Al-An . 82).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Hak hamba atas Allah adalah Allah tidak akan mengadzab orang yang tidak berbuat kesyirikan.” Muttafaqun’alaihi.

 

Bersambung Insyallah…

ABU QATADAH RIDWAN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: