Wanita Yang Ditinggal Mati Suaminya…

20 Mei

Gambar

Ada seorang wanita yang ditingal mati suaminya, kemudian ada seorang laki-laki yang berkata kepadanya: “Celaka engkau siapa yang akan mencukupi kebutuhanmu!?” wanita itu pun menjawab: “Celaka engkau wahai fulan!, suamiku mati   akan tetapi Ar-Razzaaq (Allah Maha pemberi rizki) tidak akan pernah mati…

إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ

Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rizki yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh” (QS. Adz Dzariyaat: 58).

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الأرضِ إِلا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا

Dan tidak ada suatu binatang melata pun (segenap makhluk Allah yang bernyawa)  di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rizkinya” (QS. Huud: 6).

Berkata syaikh Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin al-Badr –semoga Allah menjaganya- dalam buku beliau Fiqh al-Asmaa al-Husnaa (secara ringkas):

Dan rizki Allah –Subhanahu wa Ta’ala- yang diberikan kepada hambanya ada dua:

 

  1. Rizki badan (Harta, Sehat dll) dan rizki ini diberikan kepada seluruh makhluk-Nya, yang beriman maupun kafir, yang baik maupun yang fajir,  sebagaimana keumuman firman Allah di atas. Dan bukan banyaknya rizki yang diberikan kepada seorang hamba di dunia menunjukan kemuliannya di sisi Allah –Subhanahu wa Ta’ala-, sebagaimana sedikitnya rizki  seseorang di dunia tidaklah menunjukan kehinaannya di sisi Allah –Subhanahu wa Ta’ala-, karena sesungguhnya kaya, miskin, sehat dan sakit merupakan ujian dan cobaan dari Allah –Subhanahu wa Ta’ala-, agar dapat diketahui dan dibedakan antara orang yang bersyukur dan orang yang kufur, dan antara orang yang sabar dan yang tidak sabar, gelisah dan berkeluh kesah.

 

  1. Rizki yang khusus, yaitu rizki hati dan yang menghiasinya berupa ilmu, iman, rizki halal dan kemampuan untuk beramal soleh yang akan membantunya untuk memperbaiki agamanya, dan rizki ini khusus bagi orang-orang yang beriman sesuai dengan tingkatan keimanan mereka, dan inilah rizki yang kekal, yang berujung kepada karunia Allah yang akan memasukan orang-orang yang beriman ke dalam surga yang dipenuhi kenikmatan tiada taranya, dan ini merupakan puncak tujuan.

 

      Allah –Subhanahu wa Ta’ala- berfirman:

وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ وَيَعْمَلْ صَالِحًا يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا قَدْ أَحْسَنَ اللَّهُ لَهُ رِزْقًا

Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan mengerjakan amal yang saleh niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya Allah memberikan rizki yang terbaik kepadanya” (QS. Ath Thalaaq: 11).”[1]

Maka berharap dan berdo’alah agar Allah –Subhanahu wa Ta’ala- memberi rizki hati dan yang menghiasinya, sehingga si miskin dan si kaya akan merasakan kebahagian yang sama, si miskin akan sedikit berkeluh kesah karena dipenuhi ilmu dan iman di dalam hatinya, si kaya akan merasa zuhud dengan kekayaannya dan mengetahui ke mana hartanya harus dikeluarkan disebabkan hatinya dipenuhi ilmu dan iman serta taufiq untuk beramal soleh..

ABU IBRAHIM YUSUF RAMLI


[1]  Diringkas dari Fiqhul Asmaa’ Al-Husna, Syaikh ‘Abdur Razzaaq Al-Badr –Semoga Allah menjaga beliau dan keluarganya- dengan  sedikit penambahan.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: