TERUNTUK ORANG-ORANG HIDUP NAMUN SEBENARNYA MATI

13 Mei

Gambar

Lihat dan renungilah ini. Dahulu ada seorang penyair yang mengatakan:

Mayit bukanlah orang yang mati lalu beristirahat

            Tetapi mayit adalah orang yang hidup namun mati

Yang dimaksudkan dengan syair di atas ialah orang-orang yang hanya mementingkan dunia dan berbagai perhiasannya yang fana. Itulah tujuan mereka dan untuk itulah mereka bekerja keras, serta itulah klimaks keinginan mereka. Mereka adalah orang-orang yang dibutakan oleh syahwat, sehingga malam dan siang terasa sama saja bagi mereka, meraka terus tenggelam dalam kesia-siaan dan kesesatan.

Sesungguhnya sesuatu itu dikenal karena sesuatu yang lainnya. Tidakkah orang-orang yang hidup namun sebenarnya mati itu mau mengambil pelajaran dari berbagai kemauan tinggi yang dimiliki orang-orang yang bertakwa dan berpegang-teguh dengan sunnah??

Jika mereka tidak mengambil pelajaran, maka tidaklah mereka akan bisa mengambil pelajaran pada saat menyaksikan sejumlah manusia yang demikian banyak yang sedang mengiringi jenazah-jenazah kaum yang shalih dan istiqamah.

Dua pertanyaan yang terlontar dengan sendirinya.. tetapi adakah jiwa-jiwa yang mau mengambil pelajaran?

Allah Ta’ala berfirman;

فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلَكِنْ تَعْمَى الْقُلُوْبُ الَّتِيْ فِي الصُّدُوْرِ

Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, akan tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada.” (Q.S. Al-Hajj: 46).

Dia juga berfirman;

أَفَمَنْ كَانَ مُؤْمِنًا كَمَنْ فَاسِقًا لَايَسْتَوُوْنَ

Apakah orang-orang beriman itu sama dengan orang-orang yang fasik (kufur)? Mereka tidaklah sama.” (Q.S. As-Sajdah: 18).

Wahai jiwa yang telah menjadi budak kemaksiatan! Wahai jiwa yang telah tergoda bujuk rayu syaitan! Wahai orang-orang yang hidup namun sebenarnya mati! Bandingkan antara kalian dengan orang-orang yang mati tetapi (namanya) tetap hidup!

Banyak orang yang telah terkubur dalam liang lahad dan tubuh mereka telah dimakan oleh tanah seperti karat memakan besi, tetapi mereka berada di tengah orang-orang yang hidup pada pagi dan petang.

Nama mereka dikenang, sifat-sifat mereka tersiar dan ucapan-ucapan mereka masyhur. Sungguh mereka adalah tokoh pilihan! Itulah kehidupan yang sebenarnya, bukan kehidupan jasad. Jika seseorang hidup dengan jasadnya semata, lantas apa bedanya antara dia dengan binatang? Bukankah seseorang menjadi mulia karena akhlak yang mulia dan sifat-sifatnya yang terpuji?

Kemuliaan-kemuliaan itulah yang meningggikan derajat kaum yang shalih, sehingga mereka bagaikan lampu-lampu dalam kegelapan malam yang kelam.

Wahai orang yang lalai, tempuhlah jalan kebenaran yang nyata dan lepaskanlah segala syahwat! Mudah-mudahan kamu menjadi golongan orang-orang mati namun sebenarnya hidup. Jika kamu menolaknya, maka kamu akan bersama golongan orang-orang yang hidup namun sebenarnya mati.

Kelak, jika kamu telah mati, maka tanah akan menelan namamu sehingga kamu tidak dikenang lagi…

(Nasihat KHUSUS untuk pribadi, kaum muslimin dan mereka)

Diringkas dari sebuah pendahuluan risalah yang berjudul:

قُوْلُوْا لِأَهْلِ الْبِدَعِ، بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ يَوْمُ الْجَنَائِزِ

ABU ‘UMAIR BIN HADI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: