NAJISKAH MUNTAH ??

13 Mei

            Seseorang bertanya; Apakah muntah itu termasuk najis ?

Jawab: Disebutkan dalam Fiqh Muyassar:

–          Ulama Syafi’iyyah dan Hanabilah berpendapat bahwa muntah manusia itu hukumnya najis. Mereka beralasan bahwa muntah pada asalnya adalah makanan, kemudian masuk ke dalam perut dan berubah menjadi bau yang tidak enak serta rusak, dengan sebab demikian ia menjadi najis.

–          Kalangan Hanafiyyah berpendapat bahwa muntah adalah najis apabila memenuhi mulut. Adapun jika tidak memenuhi mulut maka suci.

–          Ulama Malikiyyah memperinci sifat muntah tersebut; jika warna muntah berubah menjadi warna kuning atau menjadi buih, tetapi keadaan atau sifat makanan yang sebelumnya tidak berubah, maka hukumnya suci. Namun jika makanan tersebut berubah bentuk menjadi kemasaman atau yang semisalnya, maka hukumnya najis.

–          Al-Imam Ibnu Hazm memiliki pendapat lain yaitu sucinya muntah, begitu juga al-Imam asy-Syaukaniy dan Shiddiq Hasan Khan. Mereka berdalil bahwa asal segala sesuatu adalah suci. Tidak akan berubah dari kesuciannya melainkan ada dalil shahih (yang menunjukkan ketidaksuciannya) yang tidak bertentangan dengan dalil-dalil lain. Inilah pendapat yang paling kuat.

Allahu Ta’ala a’lam..

Al-Fiqh al-Muyassar, hal. 52. Karya syaikh Dr. Abdullah bin Muhammad ath-Thayyar

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: