IBADAH DIBANGUN DI ATAS DUA PONDASI

6 Mei

Gambar

Tentang perbedaan antara bentuk ibadah pemeluk Islam, iman, hidayah, tauhid, ikhlas, ilmu, syari’at, pengikut para nabi dan rasul, dengan perbedaan ibadah para pelaku kesyirikan, kemunafikan, kebodohan, kesesatan, kebid’ahan dari kalangan orang-orang musyrikin dan orang-orang yang semisal dengan mereka dari kalangan para pelaku bid’ah (yang ada pada) setiap sekte dalam agama.

Maka ibadah kaum muslimin dibangun di atas dua pondasi:

Pertama: Mereka tidak akan beribadah melainkan kepada Allah semata yang tidak ada sekutu bagi-Nya.

Kedua: Bahwa mereka beribadah kepada Allah sesuai dengan apa yang diperintahkan dan disyari’atkan kepada mereka berupa agama yang telah disampaikan oleh para rasul-Nya.

Maka mereka menyembah hanya kepada Allah, tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, bertakwa kepada-Nya, mereka taat kepada para rasul-Nya sebagaimana dahulu para nabi memerintahkan umatnya untuk menaati mereka.

Allat Ta’ala berfirman (yang artinya):

Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya (dengan memerintahkan): “Berilah kaummu peringatan sebelum datang kepadanya azab yang pedih”. Nuh berkata: “Hai kaumku, sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang menjelaskan kepada kamu, (yaitu) sembahlah olehmu Allah, bertakwalah kepada-Nya dan taatlah kepadaku.”” (Q.S. Nuh: 1-3).

(Qaa’idatun ‘Azhimatun fii al-Farq Bayna ‘Ibaadaati Ahli al-Islaam wa al-Iimaan wa ‘Ibaadaati Ahli asy-Syirki wa an-Nifaaq, karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, hal. 16. Cet. Dar al-‘Ashimah)

Abu Umair bin Hadi

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: